Kunci

Waktu kamu pergi kemarin, aku mengunci rapat-rapat pintu tempat kamu keluar. Aku tutup jendela kenangan, aku matikan lampu harapan, aku gembok pintu kesempatan dan aku buang kuncinya ke lautan.

Sekarang kamu datang lagi. “Aku tidak bisa berenang..” jawabku, saat kau tanya kenapa tak ku cari kunci menuju kesempatan itu untukmu lagi.

Advertisements

Eleanor & Park – Review

E&PI follow this one blog that recommends books to you, and aforementioned blog put Eleanor & Park by Rainbow Rowell side by side with John Green’s The Fault in Our Stars, which I have written a review about. The blog describe the book as more or less “talk about first love and love in general…” so naturally, I had to read it.

Continue reading “Eleanor & Park – Review”

Sebab, salah satu dari sekian kenyataan pahit dalam pergaulan antarmanusia adalah manusia yang satu pada dasarnya tak dapat membiarkan sendirian manusia lainnya.

Iwan Simatupang, Tegak Lurus Dengan Langit.

May

Kepala ku berkecamuk. Dua penghuninya yang memang jarang akur itu semakin lantang bersuara sejak kedatanganmu. Ku putuskan untuk diam menunggu salah satu dari mereka lelah dan menyerah.

Dan aku masih di sini, sepi sendiri dalam ramai menunggu datangnya damai.

The Fault in Our Stars – Review

TFiOS“Sometimes, you read a book and it fills you with this weird evangelical zeal, and you become convinced that the shattered world will never be put back together unless and until all living humans read the book.”

Hazel Grace on her favorite book, An Imperial Affliction.

With this quote, I officially put The Fault in Our Stars into the catalog of those books that give me ‘this weird evangelical zeal’, and recommend you who curious enough to read my post, to read the book. And chat with me about it afterward, make me doesn’t feel too alone in this evangelical state.

Continue reading “The Fault in Our Stars – Review”

Main Hujan

Ibarat anak kecil, dilarang main hujan tapi nekat lalu kemudian jatuh sakit.

Dia kemudian harus minum obat yang pahit rasanya.

Belum lalu ia dimarahi oleh ibu/ayah/kakek/nenek/kakak-nya.

Kemudian ia terpaksa tidak bisa bermain di luar sementara waktu.

Dan mungkin juga diejek temannya karena kemalangannya.

Ia tahu dari cerita orang, bahwa main hujan bisa membuatnya sakit.

Tapi puaskah ia hanya mengetahui sesuatu dari pinjaman memori orang?

Continue reading “Main Hujan”